{"id":109,"date":"2026-06-04T20:38:47","date_gmt":"2026-06-04T20:38:47","guid":{"rendered":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109"},"modified":"2026-06-04T20:38:48","modified_gmt":"2026-06-04T20:38:48","slug":"dilema-sharenting-amankah-membagikan-foto-dan-keseharian-anak-di-media-sosial-di-mana-batas-privasi-anak-part-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109","title":{"rendered":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh. Amiruddin S.Pd M.Pd<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Sisi Gelap Dunia Digital (Data Bahaya &amp; Kerusakan Akibat Gadget\/Medsos)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di balik layar gawai yang berkilau, ada ancaman nyata yang siap mengerdilkan potensi kognitif dan kesehatan mental generasi masa depan. Paparan layar (<em>screen time<\/em>) yang berlebihan secara biologis terbukti menghambat produksi hormon melatonin, sebuah zat kimia di otak yang mengatur siklus tidur anak. Akibatnya, anak-anak mengalami gangguan tidur kronis yang berujung pada penurunan fokus belajar, ketidakmampuan mencerna kalimat panjang atau instruksi kompleks, hingga memicu kecemasan hebat akibat fenomena FOMO (<em>Fear of Missing Out<\/em>). Dr. Jean Twenge, seorang profesor psikologi dari San Diego State University sekaligus penulis buku <em>iGen<\/em>, dalam penelitiannya secara blak-blakan memperingatkan bahwa generasi yang tumbuh dengan gawai dan media sosial menunjukkan lonjakan drastis pada kasus depresi dan kecemasan. Ketika perhatian anak terfragmentasi oleh notifikasi dan stimulasi visual yang instan, kemampuan otak mereka untuk melakukan <em>deep thinking<\/em> (berpikir mendalam) dan regulasi emosi menjadi rusak sebelum berkembang dengan sempurna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ancaman terhadap tumbuh kembang anak mengalami eskalasi yang signifikan ketika orang tua berkontribusi dalam pembentukan &#8220;krisis identitas digital&#8221; melalui fenomena <strong><em>sharenting<\/em><\/strong> (berbagi aktivitas anak secara berlebihan di media sosial). Data investigasi dari <em>The Children&#8217;s Commissioner for England<\/em> menunjukkan sebuah proyeksi empiris bahwa sebelum seorang anak mencapai usia 13 tahun, rata-rata terdapat lebih dari 1.300 konten visual berupa foto dan video mereka yang telah terdistribusi di ruang siber. Ironisnya, akumulasi data digital berskala besar ini dilakukan secara sukarela oleh figur otoritas utama mereka, yaitu orang tua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari perspektif psikologi perkembangan dan hukum privasi, <strong>Dr. Devorah Heitner<\/strong> melalui studinya menggarisbawahi bahwa <em>sharenting<\/em> secara sistematis mengeliminasi hak <em>consent<\/em> (persetujuan) anak terhadap privasi dan representasi tubuh mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak psikologis dari fenomena ini meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Distorsi Agen Diri (<em>Sense of Agency<\/em>):<\/strong> Anak-anak kehilangan kendali otonom untuk mengonstruksi identitas dan citra diri mereka di masa depan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Komodifikasi Narasi Hidup:<\/strong> Rekam jejak eksistensi mereka\u2014yang sering kali dimulai sejak fase prenatal melalui unggahan foto ultrasonografi (USG)\u2014telah dieksploitasi dan dikonsumsi oleh publik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Krisis Identitas Prematur:<\/strong> Anak terpaksa mengadopsi narasi hidup yang dikonstruksikan oleh orang lain sebelum mereka memiliki kematangan kognitif untuk memahami, menyetujui, atau membentuk konsep diri (<em>self-concept<\/em>) mereka secara mandiri.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih jauh dari sekadar masalah psikologis, jejak digital yang permanen ini membuka pintu lebar-lebar bagi kejahatan siber yang sangat gelap. Di dunia maya, ada fenomena mengerikan yang disebut <em>digital kidnapping<\/em>, di mana foto anak-anak kita dicuri oleh orang asing, diganti identitasnya, dan diaku-aku sebagai anak mereka di komunitas fiktif, atau bahkan masuk ke dalam forum terselubung jaringan predator anak (<em>pedophilia<\/em>). Perusahaan finansial global seperti <em>Barclays<\/em> bahkan memproyeksikan bahwa pada dekade ini, perilaku <em>sharenting<\/em> akan menjadi penyebab utama dari <strong>7,3 juta kasus penipuan identitas (<em>identity fraud<\/em>)<\/strong> per tahun, karena data pribadi anak (seperti nama lengkap, tanggal lahir, dan nama ibu kandung) dengan mudah dipanen dari unggahan media sosial orang tuanya. Apa yang kita anggap sebagai unggahan &#8220;lucu&#8221; hari ini, berpotensi menjadi senjata yang memicu rasa malu, meruntuhkan harga diri (<em>self-esteem<\/em>) anak saat remaja, atau bahkan mengancam keselamatan fisik mereka di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Indonesia Negara Peringkat 1 Kecanduan Gawai di Dunia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan sekadar asumsi, data dari laporan global <em>State of Mobile<\/em> menunjukkan bahwa <strong>penduduk Indonesia menempati peringkat pertama di dunia dalam hal kecanduan gawai<\/strong>. Orang Indonesia rata-rata menghabiskan waktu lebih dari <strong>6 jam per hari<\/strong> di depan layar ponsel\u2014menjadi satu-satunya masyarakat di dunia yang menembus angka ekstrem tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampaknya pada anak-anak sangat mengkhawatirkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berdasarkan riset nasional, diperkirakan lebih dari <strong>19% remaja di Indonesia sudah teridentifikasi mengalami kecanduan gawai medis<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) berulang kali melaporkan adanya lonjakan kasus anak-anak yang harus dilarikan ke psikolog, psikiater, hingga <strong>pusat rehabilitasi jiwa<\/strong> karena mengalami gangguan perilaku dan emosi agresif (mengamuk, menyakiti diri sendiri) saat gawainya disita.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Eksploitasi Anak di Ruang Digital (Kasus Selebriti &amp; Komersialisasi)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, fenomena <em>sharenting<\/em> sering kali bergeser menjadi komersialisasi anak demi meraup rupiah. Riset berbasis teori komunikasi di Indonesia menunjukkan tren marak di mana para orang tua\u2014termasuk figur publik\u2014mengejar <em>YouTube Adsense<\/em> atau kontrak <em>endorsement<\/em> dengan menjadikan keseharian anak mereka sebagai konten utama.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anak-anak dieksploitasi privasinya tanpa mereka mengerti hak kepemilikan tubuh dan data mereka sendiri.<\/li>\n\n\n\n<li>Batas privasi menjadi kabur karena kamar tidur anak, aktivitas mandi, hingga momen anak menangis (<em>tantrum<\/em>) disiarkan secara langsung demi mendatangkan <em>traffic<\/em> dan <em>likes<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Bahaya Laten <em>Child Grooming<\/em> dan Predator Siber di Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak negatif <em>sharenting<\/em> di Indonesia telah bergeser dari sekadar penyalahgunaan hak cipta visual (pencurian foto) menjadi katalis utama tindak pidana siber yang berat. Yurisprudensi hukum di Indonesia mencatat preseden baru dengan dijatuhkannya vonis pidana di atas 8 tahun penjara untuk kasus <strong><em>digital child grooming<\/em><\/strong>. Fenomena ini merupakan modus operandi di mana pelaku melakukan manipulasi psikologis dan eksploitasi terhadap anak berbasis digital secara terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerentanan sistemik ini diperparah oleh rendahnya kesadaran keamanan digital (<em>cybersecurity awareness<\/em>) orang tua di Indonesia, yang secara tidak sadar memfasilitasi langkah para predator siber melalui:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kelalaian Metadata (<em>Geotagging<\/em>):<\/strong> Membiarkan fitur pelacakan lokasi aktif pada unggahan, memberikan koordinat presisif posisi anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kebocoran Data Sensitif (<em>Oversharing<\/em> pada Takarir):<\/strong> Mencantumkan identitas lengkap (<em>Personally Identifiable Information<\/em>), identitas institusi (logo seragam sekolah), lokasi aktivitas sekunder (tempat les), hingga pola temporal aktivitas harian anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi-informasi ini dimanfaatkan oleh pelaku untuk menyusun <strong>profiling korban<\/strong> secara akurat. Kondisi ini diperparah oleh data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mengindikasikan adanya jutaan anak di bawah usia 12 tahun di Indonesia yang berselancar di dunia maya tanpa pengawasan (<em>unmonitored internet access<\/em>). Absensi filtrasi dan supervisi ini menempatkan anak-anak pada posisi rentan (<em>highly vulnerable<\/em>) sebagai target operasi predator siber yang memanfaatkan rekam jejak digital dari akun media sosial orang tua mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ngerikan ketika orang tua ikut andil menciptakan &#8220;krisis identitas digital&#8221; anak melalui <em>sharenting<\/em>. Berdasarkan data investigasi dari <em>The Children&#8217;s Commissioner for England<\/em>, diperkirakan sebelum seorang anak menginjak usia 13 tahun, rata-rata sudah ada lebih dari <strong>1.300 foto dan video<\/strong> mereka yang tersebar luas di internet. Angka fantastis ini dikumpulkan secara sukarela oleh orang tua mereka sendiri. Para ahli psikologi Barat, termasuk Dr. Devorah Heitner, penulis buku <em>Screenwise<\/em>, menekankan bahwa tindakan ini merampas hak <em>consent<\/em> (izin) anak atas tubuh dan privasinya sendiri. Anak-anak kehilangan kendali untuk membentuk representasi diri mereka di masa depan, karena narasi hidup mereka\u2014bahkan sejak masih dalam kandungan melalui foto USG\u2014telah dibentuk dan dikonsumsi oleh publik sebelum mereka sempat memahaminya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih jauh dari sekadar masalah psikologis, jejak digital yang permanen ini membuka pintu lebar-lebar bagi kejahatan siber yang sangat gelap. Di dunia maya, ada fenomena mengerikan yang disebut <em>digital kidnapping<\/em>, di mana foto anak-anak kita dicuri oleh orang asing, diganti identitasnya, dan diaku-aku sebagai anak mereka di komunitas fiktif, atau bahkan masuk ke dalam forum terselubung jaringan predator anak (<em>pedophilia<\/em>). Perusahaan finansial global seperti <em>Barclays<\/em> bahkan memproyeksikan bahwa pada dekade ini, perilaku <em>sharenting<\/em> akan menjadi penyebab utama dari <strong>7,3 juta kasus penipuan identitas (<em>identity fraud<\/em>)<\/strong> per tahun, karena data pribadi anak (seperti nama lengkap, tanggal lahir, dan nama ibu kandung) dengan mudah dipanen dari unggahan media sosial orang tuanya. Apa yang kita anggap sebagai unggahan &#8220;lucu&#8221; hari ini, berpotensi menjadi senjata yang memicu rasa malu, meruntuhkan harga diri (<em>self-esteem<\/em>) anak saat remaja, atau bahkan mengancam keselamatan fisik mereka di masa depan. <strong>(Bersambung <\/strong>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh. Amiruddin S.Pd M.Pd Sisi Gelap Dunia Digital (Data Bahaya &amp; Kerusakan Akibat Gadget\/Medsos) Di balik layar gawai yang berkilau, ada ancaman nyata yang siap mengerdilkan potensi kognitif dan kesehatan mental generasi masa depan. Paparan layar (screen time) yang berlebihan secara biologis terbukti menghambat produksi hormon melatonin, sebuah zat kimia di otak yang mengatur siklus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dakwah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2) -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2) -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh. Amiruddin S.Pd M.Pd Sisi Gelap Dunia Digital (Data Bahaya &amp; Kerusakan Akibat Gadget\/Medsos) Di balik layar gawai yang berkilau, ada ancaman nyata yang siap mengerdilkan potensi kognitif dan kesehatan mental generasi masa depan. Paparan layar (screen time) yang berlebihan secara biologis terbukti menghambat produksi hormon melatonin, sebuah zat kimia di otak yang mengatur siklus [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-04T20:38:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-04T20:38:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1402\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Amir\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Amir\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109\"},\"author\":{\"name\":\"Amir\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4\"},\"headline\":\"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2)\",\"datePublished\":\"2026-06-04T20:38:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-04T20:38:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109\"},\"wordCount\":1174,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\",\"articleSection\":[\"Dakwah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109\",\"url\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109\",\"name\":\"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2) -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-06-04T20:38:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-04T20:38:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\",\"width\":1402,\"height\":1122},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=109#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/\",\"name\":\"amiruddin ainun\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4\",\"name\":\"Amir\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Amir\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2) -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2) -","og_description":"Oleh. Amiruddin S.Pd M.Pd Sisi Gelap Dunia Digital (Data Bahaya &amp; Kerusakan Akibat Gadget\/Medsos) Di balik layar gawai yang berkilau, ada ancaman nyata yang siap mengerdilkan potensi kognitif dan kesehatan mental generasi masa depan. Paparan layar (screen time) yang berlebihan secara biologis terbukti menghambat produksi hormon melatonin, sebuah zat kimia di otak yang mengatur siklus [&hellip;]","og_url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109","article_published_time":"2026-06-04T20:38:47+00:00","article_modified_time":"2026-06-04T20:38:48+00:00","og_image":[{"width":1402,"height":1122,"url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Amir","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Amir","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109"},"author":{"name":"Amir","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#\/schema\/person\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4"},"headline":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2)","datePublished":"2026-06-04T20:38:47+00:00","dateModified":"2026-06-04T20:38:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109"},"wordCount":1174,"image":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","articleSection":["Dakwah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109","url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109","name":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2) -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","datePublished":"2026-06-04T20:38:47+00:00","dateModified":"2026-06-04T20:38:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#\/schema\/person\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109#primaryimage","url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","width":1402,"height":1122},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=109#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/amiruddinainun.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial? Di mana batas privasi anak ? (Part 2)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#website","url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/","name":"amiruddin ainun","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#\/schema\/person\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4","name":"Amir","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Amir"},"url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=109"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":110,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions\/110"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/62"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}