{"id":61,"date":"2026-06-03T02:01:39","date_gmt":"2026-06-03T02:01:39","guid":{"rendered":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61"},"modified":"2026-06-03T02:01:40","modified_gmt":"2026-06-03T02:01:40","slug":"dilema-sharenting-amankah-membagikan-foto-dan-keseharian-anak-di-media-sosial-di-mana-batas-privasi-anak-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61","title":{"rendered":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 )"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika Sebuah video berdurasi lima belas detik yang menampilkan ekspresi spontan anak balita dengan sisa es krim di pipinya mungkin berhasil memanen interaksi di Instagram Story atau TikTok. Namun secara psikologis, terdapat harga mahal yang harus dibayar, hilangnya momen ko-regulasi emosi dan atensi penuh <strong><em>(focused attention)<\/em><\/strong> dari orang tua. Ketika gawai menjadi perantara utama dalam merekam pencapaian anak, orang tua terjebak dalam fenomena <strong><em>distracted parenting<\/em><\/strong> (pengasuhan yang terdistraksi). Alih-alih memberikan penguatan positif secara langsung melalui kontak mata dan sentuhan fisik (<em>skin-to-skin contact<\/em>) yang krusial bagi perkembangan otak anak, perhatian orang tua teralihkan oleh validasi eksternal di dunia maya. Akibatnya, anak mengalami defisit kehadiran psikologis<strong> (<em>psychological presence<\/em>)<\/strong> orang tua. Kita sering kali lebih sibuk mengonstruksi narasi kebahagiaan digital anak demi konsumsi publik, daripada memfasilitasi kebahagiaan autentik anak di dunia nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jauh sebelum psikologi modern merumuskan konsep <strong><em>mindful parenting<\/em><\/strong> (pengasuhan berkesadaran penuh), Islam telah meletakkan fondasi bahwa <strong>kelekatan aman (<em>secure attachment<\/em>)<\/strong> melalui kehadiran yang utuh adalah pilar utama pengasuhan. Rasulullah saw adalah personifikasi terbaik dari teori <em>interpersonal responsiveness<\/em>, di mana beliau selalu memberikan respons emosional yang sensitif dan hangat kepada anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau menolak keras pengasuhan yang dingin dan mengabaikan kebutuhan afeksi anak. Refleksi psikologis ini terekam kuat dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, saat Aqra&#8217; bin Habis merasa heran melihat Rasulullah saw mencium cucunya, Hasan, dan mengaku tidak pernah mencium satu pun dari sepuluh anaknya. Sentuhan fisik berupa ciuman yang dicontohkan Rasulullah saw, sebenarnya adalah stimulus sensorik penting yang mengirimkan sinyal aman ke sistem saraf anak. Menanggapi kekosongan empati Aqra&#8217;, Rasulullah saw &nbsp;memandangnya dan bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.&#8221;<\/em> (HR. Bukhari &amp; Muslim)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hadis ini tidak lahir di ruang hampa, melainkan sebuah respons langsung Rasulullah saw terhadap sebuah pola asuh yang kaku dan minim afeksi pada zaman Jahiliyah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konteksnya terjadi saat seorang pemuka kabilah Bani Tamim bernama <strong>Aqra&#8217; bin Habis<\/strong> berkunjung ke rumah Rasulullah saw . Saat itu, ia menyaksikan Rasulullah saw &nbsp;sedang memangku, memeluk, dan mencium cucu beliau, Hasan bin Ali ra. &nbsp;Bagi masyarakat patriarki Arab waktu itu, menunjukkan kelembutan fisik kepada anak-anak dianggap sebagai tanda kelemahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aqra&#8217; dengan sombong atau heran berkata bahwa ia memiliki 10 anak, namun tidak satu pun pernah diciumnya. Mendengar hal itu, Rasulullah saw memandangnya dengan tatapan serius, dalam sebagian riwayat disebutkan beliau bersabda, <em>&#8220;Apakah aku bisa menolongmu jika Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu ?&#8221;<\/em>, lalu menutupnya dengan kalimat tegas: &#8220;Barang siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pandangan Ulama <\/strong>Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa kalimat ini menggunakan gaya bahasa syarat-akibat (<em>syarth wal jaza&#8217;<\/em>). Artinya, perlakuan seseorang kepada sesamanya\u2014terutama anaknya\u2014akan menjadi cerminan bagaimana ia akan diperlakukan kelak, baik oleh manusia maupun oleh Allah Swt.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Koneksi Psikologi &amp; Sharenting:<\/strong> Dalam psikologi, ini selaras dengan teori Hukum Resiprositas dan Model Kerja Internal (<em>Internal Working Models<\/em>) dari John Bowlby. Jika orang tua membesarkan anak dengan mengabaikan kehadiran emosional mereka (karena sibuk mengontenkan mereka), anak akan merekam bahwa hubungan interpersonal bersifat transaksional dan superfisial. Di masa depan, anak berpotensi tumbuh menjadi pribadi yang dingin dan tidak tahu cara menyayangi orang tuanya secara tulus, karena mereka tidak pernah mendapatkan &#8220;contoh (<em>modeling<\/em>)&#8221; kasih sayang yang utuh di dunia nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui hadis ini, Rasulullah SAW. menegaskan bahwa kasih sayang kepada anak harus didekap, dirasakan, dan diekspresikan secara langsung melalui kehadiran kita\u2014bukan sekadar dipamerkan ke orang lain. Ketika orang tua lebih memilih menatap layar ponsel ketimbang menatap mata anaknya yang sedang mencari perhatian, ada kebutuhan emosional anak yang sedang terabaikan. Anak tidak butuh ribuan <em>likes<\/em> dari orang asing di media sosial; yang mereka butuhkan adalah pelukan hangat, tatapan mata yang penuh cinta, dan validasi langsung dari orang tuanya di dunia nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena ini menjadi alarm keras mengenai urgensi literasi digital berbasis pengasuhan (<em>mindful tech-parenting<\/em>) yang sudah berada di tahap krusial. Hari ini, gawai tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat komunikasi searah atau media katarsis emosional bagi orang tua. Gawai telah bertransformasi menjadi sebuah ekosistem digital tanpa batas, tempat jutaan pasang mata asing melakukan observasi tanpa izin (<em>unwarranted surveillance<\/em>) terhadap kehidupan domestik kita. Orang tua modern harus menyadari bahwa teknologi ini memiliki dualisme dampak psikologis. Di satu sisi, ia dapat berfungsi sebagai ruang dokumentasi memori yang positif (<em>digital archiving<\/em>). Namun di sisi lain, ia menyimpan potensi bahaya laten (<em>latent digital hazards<\/em>) yang siap mengancam integritas fisik serta stabilitas mental anak jika tidak dikelola melalui regulasi diri dan kontrol ketat dari orang tua. (Bersambung)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika Sebuah video berdurasi lima belas detik yang menampilkan ekspresi spontan anak balita dengan sisa es krim di pipinya mungkin berhasil memanen interaksi di Instagram Story atau TikTok. Namun secara psikologis, terdapat harga mahal yang harus dibayar, hilangnya momen ko-regulasi emosi dan atensi penuh (focused attention) dari orang tua. Ketika gawai menjadi perantara utama dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-61","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dakwah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 ) -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 ) -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika Sebuah video berdurasi lima belas detik yang menampilkan ekspresi spontan anak balita dengan sisa es krim di pipinya mungkin berhasil memanen interaksi di Instagram Story atau TikTok. Namun secara psikologis, terdapat harga mahal yang harus dibayar, hilangnya momen ko-regulasi emosi dan atensi penuh (focused attention) dari orang tua. Ketika gawai menjadi perantara utama dalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-03T02:01:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-03T02:01:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1402\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Amir\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Amir\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61\"},\"author\":{\"name\":\"Amir\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4\"},\"headline\":\"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 )\",\"datePublished\":\"2026-06-03T02:01:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-03T02:01:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61\"},\"wordCount\":739,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\",\"articleSection\":[\"Dakwah\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61\",\"url\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61\",\"name\":\"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 ) -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-06-03T02:01:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-03T02:01:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg\",\"width\":1402,\"height\":1122},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?p=61#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 )\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/\",\"name\":\"amiruddin ainun\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4\",\"name\":\"Amir\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Amir\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/amiruddinainun.com\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 ) -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 ) -","og_description":"Ketika Sebuah video berdurasi lima belas detik yang menampilkan ekspresi spontan anak balita dengan sisa es krim di pipinya mungkin berhasil memanen interaksi di Instagram Story atau TikTok. Namun secara psikologis, terdapat harga mahal yang harus dibayar, hilangnya momen ko-regulasi emosi dan atensi penuh (focused attention) dari orang tua. Ketika gawai menjadi perantara utama dalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61","article_published_time":"2026-06-03T02:01:39+00:00","article_modified_time":"2026-06-03T02:01:40+00:00","og_image":[{"width":1402,"height":1122,"url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Amir","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Amir","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61"},"author":{"name":"Amir","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#\/schema\/person\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4"},"headline":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 )","datePublished":"2026-06-03T02:01:39+00:00","dateModified":"2026-06-03T02:01:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61"},"wordCount":739,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","articleSection":["Dakwah"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61","url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61","name":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 ) -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","datePublished":"2026-06-03T02:01:39+00:00","dateModified":"2026-06-03T02:01:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#\/schema\/person\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61#primaryimage","url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/amiruddinainun.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.44.58-1.jpeg","width":1402,"height":1122},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?p=61#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/amiruddinainun.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dilema Sharenting: Amankah membagikan foto dan keseharian anak di media sosial ? Di mana batas privasi anak ? (Part 1 )"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#website","url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/","name":"amiruddin ainun","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/amiruddinainun.com\/#\/schema\/person\/17e9935d417cc61ac4ac9c66e8280ae4","name":"Amir","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d389477267daf69d8570f087fcb230d7783e103cfd8b87622ae20d3fbec409c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Amir"},"url":"https:\/\/amiruddinainun.com\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=61"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61\/revisions\/63"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/62"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=61"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=61"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/amiruddinainun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=61"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}