Oleh Amiruddin S.Pd,M.Pd
Dalam pandangan manusia, status sosial dan masa lalu seseorang sering kali menjadi tolok ukur utama dalam menilai baik atau buruknya mereka. Namun, di hadapan Allah SWT, sebuah ketulusan kecil yang tersembunyi bisa jadi pengubah takdir yang luar biasa. Kisah nyata ini disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW melalui riwayat Abu Hurairah RA.
Fatamorgana Gurun dan Rasa Iba
Alkisah, di tengah teriknya sengatan matahari gurun pasir, seorang wanita yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) sebuah profesi yang sangat dicemooh dan dianggap hina oleh masyarakat kala itu—sedang berjalan sendirian.
Di tengah perjalanan, ia mendapati seekor anjing yang tampak sangat mengenaskan. Anjing tersebut terus mengendus di sekitar sumur dengan lidah menjulur, terkulai lemas karena dehidrasi parah, dan berada di ambang kematian akibat kehausan.
Melihat kondisi hewan yang malang tersebut, runtuhlah ego dan status sosial si wanita. Rasa empati dan kasih sayang mendalam tiba-tiba memenuhi hatinya.
Pengorbanan Kecil Berbuah Surga
Tanpa memedulikan kesulitannya sendiri, wanita ini memutuskan untuk bertindak:
Melepas Sepatunya: Ia melepas alas kakinya untuk dijadikan sebagai wadah air.Turun ke Sumur: Karena tidak ada tali, ia mengikat sepatu tersebut menggunakan kain kerudungnya, lalu turun ke dalam sumur untuk menyendok air.Menyelamatkan Nyawa: Ia memberikan air tersebut kepada si anjing hingga hewan itu kembali segar dan mampu berjalan lagi.
Penjelasan Rasulullah SAW
Mendengar kisah keluhuran budi yang tak terduga ini, para sahabat sempat tertegun dan bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai besarnya pahala menolong seekor hewan. Rasulullah SAW kemudian menegaskan melalui sabdanya:
“Telah diampuni seorang perempuan pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata, ‘Anjing ini hampir mati kehausan’. Lalu dilepasnya sepatunya lalu diikatnya dengan kerudungnya lalu diberinya minum. Maka diampuni perempuan itu karena memberi minum.” (HR. Bukhari)
